Senin, 29 Oktober 2012

 Kitolod


Kitolod (Isotoma longiflora atau Laurentia longiflora) merupakan tanaman yang sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi gangguan mata (rabun, katarak, minus dan plus). Hal ini dapat dilihat dari kandungan kimia di dalamnya, semisal senyawa alkaloid yakni lobelin, lobelamin dan isotomin. Daunnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol.

Selain daun dan bunganya yang manjur buat mengobati berbagai keluhan pada mata, getah tanaman yang mengandung racun  memiliki efek antiradang (antiflamasi), antikanker (antineoplasmik), menghilangkan nyeri dan menghentikan pendarahan. Beberapa bagian dari tanaman ini manjur untuk mengobati penyakit kanker.

Perlu diingat tanaman ini tumbuh di sekitar selokan dan tempat-termpat lembab sehingga tidak bersih, jadi baik bunga maupun daun kitolod yang digunakan haruslah benar-benar bersih. Disarankan untuk menggunakan daun atau bunga kitolod yang dibudidayakan, atau tidak mengunakan tanaman kitolod yang berasal dari tempat yang kotor yang pada akhirnya justru akan memperparah penyakit. Oleh karenanya, alangkah baiknya jika kita menanamnya di dalam pot sebagai tanaman hiasan. Kitolod sangat cocok dijadikan tanaman hias karena bentuk daunnya yang indah serta bunganya yang juga cantik.

Prof. DR (HC) H. W. Isnandar menyebutkan bahwa kitolod juga merupakan tanaman penting dalam menyembuhkan kanker.

Tanaman kitolod mungkin masih terasa asing di telinga kita bila dibandingkan dengan tanaman lain seperti temulawak atau sambiloto. Meskipun begitu, tanaman ini memiliki khasiat yang tidak kalah penting bagi kehidupan manusia. Nama lain dari kitolod adalah star of bethlehem, madam fate dan star flower (Smith, 2001).
Sekilas Pandang
Kitolod merupakan tanaman semak yang memiliki tangkai bunga yang panjang, sesuai dengan nama latinnya (longiflora). Mahkotanya berbentuk bintang dan berwarna putih bersih. Secara sekilas mirip dengan mahkota melati untuk teh (Ipteknet, 2005).
Tinggi tanaman ini sekitar 50cm, habitus semak, dan merupakan tanaman semusim. Bergetah putih yang rasanya tajam dan mengandung racun. batangnya berbentuk bulat, berkayu, dan berwarna hijau. Daun berbentuk panjang, berwarna hijau, permukaan kasar, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi melekuk ke dalam, bergigi sampai melekuk menyirip. Daun merupakan daun tunggal dengan ukuran 2-3cm dan panjangnya 5-15cm. Bunga berbentuk lonceng dengan mahkota berbentuk bintang. Biji berbentuk bulat telur, berukuran kecil dan berwarna putih. Akar tanaman ini berupa akar tunggang (Ali, 2003; Smith, 2001).
Gambar 1. Kitolod (Ipteknet, 2005)
Kitolod cocok untuk tumbuh di daerah dataran tinggi yang dingin meskipun sebenarnya dapat tumbuh di dataran rendah. Kitolod yang ditanam pada dataran rendah memberikan hasil yang kurang sempurna, yaitu daun tidak setebal di dataran tinggi dan daunnya tumpul (Ali, 2003).
Klasifikasi
Menurut Plantamor (2008), klasifikasi dari tumbuhan ini adalah:
  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Super Division : Spermatophyta
  • Division : Magnoliophyta (Angiospermae)
  • Class : Magnoliopsida
  • Subclass : Asteridae
  • Order : Campanulales
  • Family : Campanulaceae
  • Genus : Isotoma
  • Species : Isotoma longiflora (Wild.) Presl
Cara budidaya
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di pinggir-pinggir selokan, sela-sela bebatuan, bahkan di areal tanaman hias yang terkadang dianggap gulma (Ali, 2003).
Kandungan zat aktif
Kitolod memiliki banyak sekali kandungan zat aktif. Contohnya adalah alkaloid seperti lobelin, lobelamin, dan isotomin. Daunnya mengandung alkaloid, saponin, flovonoid, dan polifenol. Getah tanaman ini beracun, tetapi bagian lain memiliki kandungan efek antiradang, antineoplastik atau antikanker, anti inflamasi atau antiperadangan, analgesik, dan hemostatik (Ali, 2003; Ipteknet, 2005; Smith, 2001).
Penggunaan
Bagian tanaman yang digunakan: Daun, dan seluruh bagian tanaman. Hati-hati dengan getah yang beracun. Penggunaan daun tidak boleh lebih dari 3 lembar dalam 1 kali penggunaan. Sebelum digunakan, usahakan selalu dicuci bersih bagian tanaman yang akan digunakan (Ali, 2003).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar