Senin, 09 Maret 2015

Manfaat dan KandunganTemu Lawak Putih

Image result for kandungan temu lawak putih untuk kankerHerbal Temu Putih ( Curcuma Zedoaria )
Diera zaman modern seperti sekarang ini banyak sekali nama penyakit-penyakit aneh yang muncul kepermukaan, tak pelak lagi hal ini dapat disebabkan dari konsumsi makanan yang tak terkontrol dari jumlah maupun efek buruk dari makanan tersebut. Sebagai contoh fast food, makanan tersebut adalah makanan cepat saji yang syarat dengan pengawet (formalin, borax dll) dan tak dapat dipungkiri hal ini adalah salah satu pemicu terlahirnya penyakit-penyakit aneh sebagaimana penyataan diatas
Penyakit-penyakit yang mengerikan dan mematikan tersebut dapat kita ambil contoh seperti kanker, jantung koroner, asam urat, hipertensi, diabetes dll.
Melihat hal diatas mengenai dampak penyakit yang semakin besar dan tak mudah untuk menemukan solusi pencegahan dan pengobatannya, maka kami disini ingin memperkenalkan produk kami “Curcuma Zedoaria” (Temu Putih) sebagai solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut yang mana tujuan kami dengan adanya produk ini penyakit-penyakit seperti kanker, jantung koroner dll Insya Alloh dapat dicegah dan diobati dengan segera.
SEKILAS TEMU PUTIH
Temu Putih (Curcuma zedoria [Berg.]Rosc,)
Umumnya, temu putih ditanam sebagai tanaman obat, dapat ditemukan tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka yang tanahnya lembab pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Sosok tanaman ini mirip dengan temulawak dan dapat dibedakan dari rimpangnya. Temu putih banyak ditemukan di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Ambon, Hingga Irian. Selain itu, Juga di budidayakan di India, Banglades, Cina, Madagaskar, Filipina, dan Malaysia.
Terna tahunan ini tingginya dapat mencapai 2 m. Batangnya merupakan batang semu yang dibentuk dari pelepah-pelepah daun yang tumbuh dari rimpangnya. Daun tunggal, bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk runcing, tetapi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau dengan sisik kiri-kanan ibu tulang daun terdapat semacam pita memanjang berwarna merah gelap atau lembayaung, panjang 25-70 cm, lebar 8-15 cm.
Bunga majemuk berbentuk bulir yang tandannya keluar langsung dari rimpang, panjang tandan 20-25 cm, bunga mekar secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar. Mahkota bunga berwarna putih dengan garis tepi merah tipis. Rimpang induk bentuknya jorong membulat dan mengluarkan rimpang cabang yang cukup banyak dan tumbuh kearah samping, ukurannya lebih kecil, bentuknya memanjang dan mudah dipatahkan. Dari rimpangnya keluar akar-akar yang kaku dan pada ujungnya terdapat kantong air. Warna rimpangnya putih dengan hati yang berwarna kuning muda. Bentuk buah bundar, berserat, segitiga, kulitnya lunak dan tipis. Biji bentuknya lonjong, berselaput, ujungnya bewarna putih.
Daun rasanya seperti serai sehingga bisa digunakan untuk memasak ikan. Rimpang muda dapat ditambahkan kedalam salad. Perbanyakan dengan rimpang dan pemisahan anak.
Sifat dan Kasiat
Rimpang temu putih rasanya sangat pahit, pedas dan sifatnya hangat, berbau aroamtik, dengan afinitas ke meridian hati dan limpa. Temu putih termasuk tanaman obat yang menyehatkan darah dan menghilangkan sumbatan, melancarkan sirkulasi vital energi (qi) dan menghilangkan nyeri. Rimpang temu putih berkasiat antikanker, anti radang (antiflogistik), melancarkan aliran darah, fibrinolitik, tonik pada saluran cerna, peluru haid (emenagong), dan peluru kentut.
Kandungan Kimia
Rimpangan temu putih mengandung 1-2,5% minyak menguap dengan komposisi utama sesquiterpene. Minyak menguap tersebut mengandung lebih dari 20 komponen seperti curzerenone (zedoarin) yang merupakan komponen terbesar, curzerene, pyrocurcuzerenone, curcumin, curcumemone, epicurcumenol, curcumol (curcumenol), isocurcumenol, procurcumenol, dehydrocurdone, furanodienone, isofuranodienone, furanodiene, zederone, dan curdione. Selain itu mengandung flavonoid, sulfur, gum, resin, tepung, dan sedikit lemak. Curcumol dan curdione berkasiat antikanker.
Menurut hasil penelitian american institute cancer report ( new york time ) 1 juni 1999 dan juga oleh pakar fakultas farmasi ataupun pau bioteknologi serta ppot ugm yogyakarta dalam temu putih ini selain mengandung rip, juga mengandung :
– zat anti lipid peroksida untuk mengobati darah tinggi, asam urat, jantung koroner, dan diabetes
– zat curcumin (anti inflamasi) untuk mengobati radang hidung /polip, radang tenggorokan/amandel, asam lambung (maag), nyeri haid, keputihan dan  ambeien.

Temu Putih tanaman yang tumbuh seperti halnya tanman kunir kecur yang telah dibahas di artikel sebelumnya. Tanaman temu putih tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka yang tanahnya lembab pada ketinggian 0-1.000 m di atas permukaan laut. Sosok tanaman ini mirip dengan temulawak dan dapat dibedakan dari rimpangnya. Tanaman ini tingginya dapat mencapai 2 m. Batangnya merupakan batang semu yang dibentuk dari pelepah-pelepah daun yang tumbuh dari rimpangnya, berbentuk silindris dan lunak.
Untuk membedakan tanaman ini dengan spesies lainnya adalah dari segi bentuk tanaman mempunyai salah satu cirri yang berbeda dari tanaman lainnya,  Salah satu ciri khas dari spesies ini adalah adanya warna ungu di sepanjang ibu tulang daun. Helaian daun berwarna hijau muda sampai hijau tua dengan punggung daun berwarna pudar dan berkilat (Dalimartha, 2003). Bentuk daunnya bundar, lonjong ke ujung, pertulangan daun menyirip, warnanya hijau dengan panjang 25-70 cm dan lebar 8-15 cm.
Mahkota bunga berwarna putih, dengan tepi bergaris merah tipis atau kuning. Rimpang berwarna putih atau kuning muda dengan rasa sangat pahit. Dari rimpangnya keluar aka-rakar yang kaku dan pada ujungnya terdapat kantong air (Dalimartha, 2003).
Berbeda dengan kencur, kunyit /  kunir dan jahe ,  tanaman temu putih  Rimpang temu putih rasanya sangat pahit, pedas, sifatnya menghangatkan, dan berbau aromatik. Ciri khas pada rempah masing –masing sangat berbeda, namun terkadang  bila kita jarang menjumpai rempah ini sering sekali binggung dengan nama mereka karena bentuknya hampir serupa tapi tak sama.
Berbagai manfaat dapat ditemukan dari seluruh bagian tanaman temu putih, mulai dari daun, bunga, rimpang muda, dan rimpang tua. Namun, rimpang merupakan bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan. Rimpang muda banyak digunakan untuk bumbu masak, sedangkan rimpang tua
digunakan sebagai bahan baku industri obat dan kosmetika terutama parfum Di masyarakat, temu putih banyak digunakan sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain.
Minyak atsiri temu putih berupa cairan kental kuning emas mengandung monoterpen dan seskuiterpen. Monoterpen Curcuma zedoaria terdiri dari monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, d-kamfen), monoterpen alkohol (d-borneol), monoterpen keton (d-kamfer), monoterpen oksida (sineol). Seskuiterpen dalam Curcuma zedoariaterdiri dari berbagai golongan dan berdasarkan penggolongan
yang dilakukan terdiri dari golongan bisabolen, germakron, eudesman, guaian, dan golongan spironolakton. Kandungan lain meliputi etil-p-metoksisinamat, 3,7- dimetillindan-5-asam karboksilat (Windono et al, 200
Temu putih memiliki prospek sebagai obat tradisional, sebagai campuran makanan dan minuman maupun sebagai komoditi ekspor yang menjanjikan.Berdasarkan penelitian pengalaman (empiris) temu putih memiliki manfaat menyembuhkan berbagai macam penyakit yaitu antikanker, asma, hepatitis, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, TBC, sinusitis (Afifah dan Tim Lentera,2003; Cheppy,2004)
Komponen utama yang berkhasiat dalam rimpang temu putih adalah kurkuminoid, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri. Temu putih berkhasiat menetralkan racun, menghilangkan rasa nyeri sendi, menurunkan kadar kolesterol darah, antibakteri dan sebagai antioksidan alami penangkal senyawa senyawa radikal bebas yang berbahaya.
MEKANISME KERJAZedoarin, kurdiona dan kurkumol. Zat-zat tersebut ternyata bersifat anti neoplastik merusak pembentukan ribosoma pada sel-sel kanker dan jaringan liar dengan cara meningkatkan pembentukan jaringan fibroblast di sekeliling jaringan kanker, lalu membentuk lapisan limfosit dalam sel-sel jaringan kanker dan membungkusnya, sehingga sel-sel jaringan kanker tersebut tidak dapat berkembang, akhirnya sel-sel kanker akan mati, dan tidak menimbulkan bahaya lagi.
HASIL PENELITIAN
  1. Chan Minyi dkk, Anti Cancer Medical Herbs.Curcuma zedoaria mempunyai efektivitas yang lebih tinggi untuk mengatasi kanker dan tumor.
  1. American Institute Cancer Report (New York Time), 1 Juni 1999 dan juga oleh pakar Fakultas Farmasi, PAU Bioteknologi, serta PPOT UGM Yogyakarta. Kunir Putih mengandung RIP yang berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya, memblokir pertumbuhan sel kanker.
REFERENSI
  1. Anonym, 1995, Medical Herb Index In Indonesia, PT. Eisai Indonesia.
  1. Afifah, E dan Tim Lentera, 2003, Khasiat dan Manfaat Temulawak: rimpang penyembuh aneka penyakit, Agromedia Pustaka, Jakarta
  1. Deni Bown, 2001, New Encyclopedia of Herbs & Their Uses, Dorling Kindersley.
  1. http://www.findarticles.com/p/articles/m_qa4091/is_200501/ ai_n9474296
  1. http://www.ingentaconnect.com/content/tandf/gnp/2006


Tidak ada komentar:

Posting Komentar